TAFSIR Q.S. AL BAQOROH 6-7 Featured

Published in Tafsir
Written by  14 February 2013
Rate this item
(0 votes)

TAFSIR Q.S. AL BAQOROH 6-7

Oleh Ust. Dr. Muh. Mu`inudinillah, MA.

 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (6) خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (7)

6.Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

7.Allah Telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka. dan penglihatan mereka ditutup. dan bagi mereka siksa yang amat berat.

 

Ayat diatas menjelaskan bahwa orang kafir, tidak ada pengaruh baginya peringatan, diberi peringatan atau tidak, sama saja mereka tidak beriman, hal itu karena Allah telah menutup mati mata, telinga dan hati mereka. Karena kekufurun mereka dengan Allah dan akhirat maka peringatan terhadap mereka dengan sorga dan neraka tidak efektif, Ditakuti takuti dengan neraka dan kemurkaan Allah tidak takut, diimingi imingi dengan surga tidak rindu kepadanya.

Allah menggunakan kata khatama, menunjukkan bahwa Allah telah menutup dan mengunci hati mereka dan pendengaran mereka, sehingga menghalangi masuknya segala peringatan.

Sifat kufur yang menghalangi fungsi peringatan itu ada empat macam, (1) kufur ingkar yaitu mengingkari Allah dan tidak mengakuinya sama sekali, (2) kufur juhud, mengenal Allah dengan hatinya tapi mengingkari dengan lisannya, seperti kufurnya Fir’aun, (3) kufur ‘anad; mengenal dengan hati, mengakui dengan lesan, tapi tidak mau memeluknya dan menerimanya, (4) kufur nifak: mengakui dengan lisan tapi mengingkari dengan hatinya.

Segala bentuk kekufuran di atas menghalangi penerimaan kebenaran, sehingga apapun nasihat dan peringatan tidak bermanfaat baginya. Hal itu karena Allah telah mengunci hati, dan pendengarannya, sehingga cahaya iman tidak bisa masuk ke dalamnya. Inilah kondisi orang kafir yang karena pilihannya sendiri dan kedhalimannya mati dalam kekukuran.

            Tapi apakah ini berarti kita tidak perlu mendakwahi orang kafir? Jawabannya: Tidak boleh ayat ini dijadikan alasan tidak menyampaikan kebenaran kepada orang kafir,  kecuali kita telah menyampaikan kebenaran dengan argumentasi yang kuat dan keterangan yang jelas. Setelah itu kita mengetahui apakah objek termasuk orang yang dimasukkan dalan golongan orang kafir yang celaka, sehingga tidak beriman walaupun sudah mengetahui kebenaran, atau termasuk orang kafir karena kebodohan, kemudian setelah mengetahui kebenaran ia mau beriman dan mengikutinya. Alasan lainnya karena dakwah wajib disampaikan, nasihat tetap disampaikan karena banyak orang  belum masuk Islam, karena belum mengenalnya, atau karena syhubhat yang ada pada dirinya dalam memahami Islam.

Ayat di atas memberikan pelajaran bahwa pelajaran dan nasihat yang baik bermanfaat bagi orang beriman, bertambah imannya jika dibacakan ayat ayat Allah, sebagaimana firman Allah :

 

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (2)

Tiada lain orang beriman yaitu orang orang yang jika disebut Allah gemetar hati mereka, dan jika dibacakan atas mereka ayat ayatNya menambahkan mereka keimanan, dan hanya kepada rabb mereka, mereka  bertawakkal. (Q.S. Al Anfal : 2)

 

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (124)

Dan jika diturunkan surat, sebagian mereka ada yang mengatakan, siapa diantara kalian yang surat ini menambahinya keimanan, maka adapun orang yang beriman surat ini menambahinya mereka keimanan dan mereka bergembira. (Q.S. AL Baqoroh :124)

 

Ayat di atas menunjukkan fungsi hakiki mata, pendengaran, dan hati bukan hanya untuk mengenal hal hal materi, tapi untuk mengenal Allah, kebenaran, kebaikan dan mengikutinya, bisa membedakan antara yang haq dan yang batil, yang baik maupun yang buruk. Di mana secara materi mata dan telinga orang kafir biasa berfungsi untuk mengenal materi, mengenal harta, wanita, jabatan dan lain lainnya. Namun mereka hanya mengenal sisi materi saja, adapun hal halal haram, haq dan batilnya mereka tidak dapat membedakannya, dalam pergaulan, bisnis, maupun politik bersikap pragmatis materialistik, tidak kenal apakah hal tersebut diharamkan Allah yang membawa ke neraka, atau halal yang membawa keberkahan dan surga. Dan inilah yang Allah katakan:

 

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ (46)

Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lantas mereka punya hati dengannya berakal, atau pendengaran dengannya mereka melihat, sesunggunya tidaklah mereka buta mata kepala akan tetapi mereka buta hati yang ada dalam hati. ( Q.S. Al Anfal : 46)

            Tidak memfungsikan mata, telinga dan hati untuk mengenal kebenaran dan mengimaninya merupakan tindak pidana yang mengantarkan kepada kekufuran, dan menyebabkan adzab yang besar dunia dan akherat. Merendahkan derajat sampai pada level lebih rendah daripada binatang, Allah berkata :

 

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ (179)

Sungguh Kami penuhi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka punya hati tapi tidak memahami dengannya, mereka punya mata tapi tidak melihat dengannya, mereka punya telinga tidak mendengar dengannya, mereka seperti binatang bahkan lebih sesat, mereka dalah orang yang lalai.  QS Al’Araf ayat : 179.

            Tidak memfungsikan panca indra dan hati karena kufur kepada Allah dan akhirat akan menjadikan kerusakan yang tak terbatas, tidak membedakan halal dan haram, tidak takut akan menimpakan kezaliman kepada semua orang, bahkan tega mengorbankan nyawa semua manusia demi kepuasan hawa nafsu. Seperti yang terjadi pada negeri Indonesia, korupsi BLBI yang merugikan ratusan trilyun, pelakunya hanya dihukum satu dan dua tahun, setelah masuk dipenjara diberikan remisi, sehingga mereka hanya dipenjara beberapa bulan, itu pun mereka telah menyulap penjara menjadi hotel, kemudian bebas keluar masuk. Kriminalisasi kasus Antasari Azhar ketua KPK yang dituduh membunuh Nasiruddin dan berselingkuh dengan istrinya, dikarenakan telah berhasil memenjarakan orang orang petinggi negara karena korupsi, dan ditakuti akan merembet ke pejabat lainnya padahal kemungkinan besar pihak penuduh yang melakukan rekayasa pembunuhan terhadap Nasiruddin sendiri. Kemudian menuduh orang yang tidak berdosa melakukan pembunuhan. Selanjutnya hilangnya iman kepada Allah dan hari akhir mengakibatkan maraknya perdagangan seksual, narkoba, bahkan human trafficking dilakukan dengan mudah tanpa ada rasa takut sedikitpun terhadap dosa. Wallahu a’lam

 

 

Direktur PPTQ Ibnu Abbas Klaten

Ust. Dr. Mu’inudinillah Basri, MA

Info Penting

WEBSITE

UNDER

MAINTENANCE